Selasa, 27 Desember 2011

Menurut penelitian jika menggunakan metode kontrasepsi barrier


(Penghalang), terutama yang menggunakan kombinasi mekanik dan hormon



memperlihatkan penurunan angka kejadian kanker leher rahim yang diperkirakan



karena penurunan paparan terhadap agen penyebab infeksi. Sedangkan jika



memakai kontrasepsi oral yang dipakai dalam jangka panjang yaitu lebih dari



5 tahun dapat meningkatkan risiko relatif 1,53 kali. WHO melaporkan risiko



relatif pada pemakaian kontrasepsi oral sebesar 1,19 kali dan meningkat sesuai



dengan lamanya pemakaian.





Jika Anda ingin memilih KB apa yang tepat maka Anda dapat berkonsultasi



dahulu dengan dokter Anda. Agar Anda dapat terhindar dari kanker leher



rahim ataupun kanker yang lain. Karena itu wanita pemakai pil KB harus rutin



menjalani pemeriksaan Pap smear (minimal 1 kali dalam 1 tahun). Di lain pihak,



wanita pemakai pil KB memiliki resiko kanker ovarium ataupun kanker leher



rahim yang lebih rendah.





Beberapa efek jika kita menggunakan pil KB yaitu sejak pertama kali



pemakaian pil KB perdarahan tidak teratur. sering terjadi pada beberapa bulan



pertama pemakaian pil KB, jika tubuh telah menyesuaikan diri dengan hormon



biasanya perdarahan abnormal akan berhenti.





Beberapa bulan setelah berhenti menggunakan pir KB, kemungkin tidak



akan terjadi menstruasi, tetapi obat ini tidak menyebabkan berkurangnya



kesuburan secara permanen. Akan terjadi mual nyeri tekan pada payudara,



perut kembung, penahan cairan, peningkatan tekanan darah dan depresi



karena efek dari perubahan estrogen. Penambahan berat badan, jerawat,



dan kecemasan karena efek samping yang berhubungan dengan progestin.





Cara Cerdas tl4enghadapi Kanker &rVt6 @


Tidak ada komentar:

Posting Komentar